Bunda Cerdas Pilih Susu Bayi Tanpa Efek Alergi

  • Whatsapp
Bunda-Cerdas-Pilih-Susu-Bayi-Tanpa-Efek-Alergi
Foto dari Canva Photos Unlimited

Saat masa pertumbuhan, si kecil membutuhkan asupan nutrisi secara optimal supaya tumbuh dan kembangnya dapat berjalan sebagaimana mestinya. Salah satu cara yang bisa dilakukan yaitu dengan memberikan nutrisi tambahan dari susu formula. Perlu diingat bahwa tidak semua anak akan mempunyai kondisi yang sama ketika dirinya mengkonsumsi susu.

Ada sebagian anak yang mengalami alergi akibat susu yang dikonsumsinya, termasuk susu sapi. Para Ibunda yang cerdas tentunya diwajibkan untuk melakukan pemilihan jenis susu pertumbuhan bayi yang terbaik tanpa menimbulkan alergi. Tidak semua jenis produk susu formula yang dijual di pasaran akan cocok ketika dikonsumsi si kecil.

Ciri Bayi Yang Mengalami Alergi Susu

Ada dua penyebab mengapa si kecil tidak cocok terhadap susu yang dikonsumsinya, yaitu karena kandungan intoleransi laktosa yang terdapat pada susu dan juga alergi terhadap susu formula yang dikonsumsinya. Untuk ciri yang ditimbulkan bagi si kecil yang alergi pada susu formula dan alergi terhadap kandungan intoleransi laktosa memang tergolong mirip, sehingga sebagian orang tua tidak dapat membedakannya.

Berikut ini ciri yang bisa Anda kenali untuk memastikan apakah si kecil mengalami alergi terhadap susu formula ataupun alergi terhadap kandungan intoleransi laktosa pada susu, di antaranya:

1. Alergi Terhadap Susu Formula

Pada saat anak mengalami alergi terhadap susu formula, maka bagian tubuh yang bereaksi yaitu adalah sistem kekebalan tubuh. Hal ini dikarenakan adanya protein yang ada di dalam susu formula. Kondisi seperti ini memang umum terjadi dan dialami sekecil, terutama pada tahun pertama.

Ciri-ciri bayi tidak cocok susu formula yang disebabkan karena alergi susu formula meliputi:

  • Mengalami permasalahan pada bagian pencernaan, misalnya mengalami muntah, diare, sakit perut, kolik, konstipasi, maupun BAB berdarah.
  • Kulit mengalami ruam, merah dan menimbulkan rasa gatal.
  • Pembengkakan di area wajah, bibir, serta area mata.
  • Gangguan pernapasan seperti nafas berbunyi, batuk, sulit bernafas, sesak nafas, dan yang lainnya

2. Alergi Terhadap Intoleransi Laktosa

Alergi terhadap intoleransi laktosa ini pada biasanya terjadi pada saat si kecil mengalami kesulitan dalam mencerna laktosa, yaitu gula alami yang ada di dalam susu. Secara umum, intoleransi laktosa ini akan terjadi ketika tubuh melakukan infeksi saluran pencernaan yang disebabkan adanya gastroenteritis dan akibat virus. Kondisi alergi seperti ini dapat berlangsung hingga 4 minggu sebelum bagian usus putih mulai memecah laktosa lagi.

Ciri-ciri yang ditimbulkan akibat si kecil yang alergi terhadap intoleransi laktosa, yaitu:

  • Muntah
  • Diare
  • Nyeri
  • Kram pada bagian perut.
  • Perut mengalami kembung.

Jika sekiranya bayi Anda mengalami alergi dan menunjukkan beberapa ciri yang ada di atas maka sebaiknya Anda menghindari produk susu yang dikonsumsi, apabila Anda masih dalam kondisi menyusui atau memberikan ASI kepada bayi. Hal ini dikarenakan untuk kandungan protein yang terdapat pada susu yang sudah Anda konsumsi dapat masuk ke bagian ASI, kemudian memberikan reaksi alergi terhadap si kecil.

Pada saat berada dalam masa pertumbuhan, bayi memang membutuhkan asupan nutrisi secara sempurna dan optimal. Hal ini mengingat bahwa tidak semua susu akan cocok dengan kondisi tubuh si kecil. Oleh karena itu, disarankan bagi Anda supaya teliti dalam menentukan pilihan jenis susu seperti apa yang yang diberikan kepada anak.

Jika sekiranya anak alergi terhadap susu sapi, maka bisa memilih susu formula berbahan kedelai. Misalnya saja seperti susu Morinaga yang dapat dijadikan sebagai alternatif untuk mengatasi alergi pada si kecil.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *